...semburat ketulusan dalam balut kesederhanaan...

Children Day


Seorang anak yang berkualitas datang dari lingkungan dan orang tua yang baik. Pola didik orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Intensitas waktu kebersamaan dengan anak juga punya andil besar dalam membentuk karakter seorang anak untuk menjadi anak berkualitas sebagai generasi penerus. Dalam hal ini, sangat dibutuhkan peran orang tua--dalam mendidik anak--bukannya malah dari tangan pembantu atau baby-sitter atau pengasuh anak atau apalah sebutannya. Karena biar bagaimanapun, kualitas didikan mereka pasti tidak akan mungkin sama dengan orang tua.

Jadi, para orang tua (khususnya para Ibu)..yuk, luangkan lebih banyak waktu kalian untuk bersama anak, bukannya melulu mengejar karier, materi, atau pun kesenangan pribadi. Anak juga butuh kehadiran kalian!!

SELAMAT HARI ANAK
Semoga semakin banyak anak-anak berkualitas yang bisa jadi generasi penerus bangsa

Dan saya pun bangga menjadi anak di keluarga saya. Bangga dengan orang tua saya yang telah mengurus, merawat, mendidik, dan membesarkan saya sampai sekarang dalam lingkungan yang berkualitas. Bangga dengan pengorbanan Ibu saya yang rela meninggalkan kesenangan pribadinya, karier cemerlangnya--dan memilih tinggal di rumah untuk mengurus, merawat, dan mendidik kami para anak-anaknya.
:)

Pengeeennn iniiii!!

Hmmm...udah berapa tahun ya kepengen barang ini ga kesampaian. :(

Sama yang ini juga..

Pas barangnya ada, duitnya ga ada.
Begitu duitnya ada, barangnya udh berubah jadi barang langka...susah bgt nyarinya di pasaran!
Baru2 ini sempet liat di Carrefour Lebak Bulus, tapi ya itu tadi...NGGAK PUNYA DUIT!!

Hmmm..ada yg mau beliin buat saya nggak?!?
:)

mobile blogging

Ahayyy..!!!
Ngetes nih blogging via BlackBerry..
Saking penasarannya sm smart-phone ini, masa iya ponsel sekelas BlackBerry ga bisa buat direct blogging, akhirnya dg modal nekad saya mencoba posting sesuatu.
So far so good..tp kyknya ga bs setting huruf, etc deh.
Menyenangkan.. ;)

H I T A M

Saya benci warna HITAM. Warna yang mengingatkan saya akan kesedihan dan duka yang mendalam.
Dan sejak hari itu, saya memutuskan untuk menghindari HITAM.
Saya memutuskan untuk tidak memakai baju berwarna HITAM.
Saya membenci mereka yang bercengkrama dengan dunia HITAM.
Karena HITAM hanya mengingatkan saya pada kematian (mendadak) Ayah saya yang sampai sekarang tidak diketahui apa penyebabnya.
HITAM juga mengingatkan saya akan warna batu nisan.
Saya benci langit yang meng-HITAM, meluruhkan segala keceriaan di bumi.
Buat saya HITAM adalah lambang kegelapan abadi..dimana kesendirian kental terdapat di dalamnya.
Selamat tinggal HITAM...
Mulai saat ini, saya memilih untuk sesedikit mungkin bercengkrama denganmu..
Bukannya sama sekali tidak menyentuhmu, karena itu hal yang mustahil. Mustahil dalam hidup ini saya tidak pernah merasakan kesedihan dan duka..tidak pernah merasakan kegelapan dan kesendirian.
Karena saya yakin, satu masa dalam hidup saya, saya pasti harus bertemu lagi denganmu, HITAM!!

Sorry Note

mohon maaf, karena ada beberapa artikel dalam blog ini yang untuk sementara waktu terpaksa ditarik kembali. saya merasa perlu melakukan beberapa perbaikan dalam artikel tersebut.
thanks.